APAKAH INDUSTRY 4.0 ?



INDUSTRY 4.0


By ChristophRoser. Please credit "Christoph Roser at AllAboutLean.com." (Own work) [CC BY-SA 4.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0)], via Wikimedia Commons
Industry Revolution

Industry 4.0 adalah revolusi industri ke 4 yang mana dilakukan perubahan dalam teknologi industri. Perubahan ini meliputi pertukaran data yang lebih canggih dan perubahan sistem automasi, dan melibatkan IoT atau Internet of Things, Cyber Physical Security, dan Cloud Computing.

Secara umum, Industry 4.0 menciptakan apa yang disebut Smart Factory untuk mendukung Smart Manufacturing.


Internet of Things

Penggunaan media komunikasi terkoneksi seperti laptop, tablet, handphone untuk mengontrol ataupun mengawasi proses produksi. 

Di dunia IoT ini hampir semua mesin dapat dilihat datanya melalui alat komunikasi ataupun browser komputer. Data yang dilihat bisa proses produksi, ataupun diagnostic system mesin. 

Keunggulan ini adalah bisa memberi informasi real time kepada pihak yang berkepentingan melalui media yang dimilikinya misalnya adanya alarm ke smartphone supervisor.


Cyber Physical System

Cyber physical system adalah proses produksi memakai mesin yang dikontrol atau diawasi oleh controller (PLC / DCS / Microcontroller / CPU) dan dapat terhubung melalui media komunikasi cyber seperti intranet, internet, wifi, ataupun media lain yang bisa terhubung secara realtime.

System ini adalah penggunaan PLC & HMI yang mampu dikontrol dan diawasi melalui jaringan intranet dan bisa dihubungkan ke internet apabila diperlukan.



Cloud Computing



Sistem penyimpanan data yang dilakukan secara sharing resource dan acak sehingga memungkinkan pembagian yang seimbang di resource dan performance hardware. 

Umumnya cloud computing di industry berarti penyimpanan data mesin dilakukan secara real time di server baik itu server jaringan internal ataupun server di jaringan internet.


SMART MANUFACTURING



Smart Manufacturing adalah sistem manufacturing yang menggunakan komputer baik dalam mengontrol proses produksi dari tahap gudang bahan baku sampai ke  proses terakhir yaitu penyimpanan produk jadi. 

Tujuannya adalah memberi informasi secara realtime untuk proses produksi sehingga dapat lebih fleksibel dan cepat dalam menghadapi perubahan di pasar. 

Contoh sistem ini adalah penggunaan MES - Manufacturing Execution System sebagai penghubung antara floor factory ke ERP - Enterprise Resource Planning system misalnya ERP SAP.